Karawang.{Bidikasus.com}-Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari mendorong pentingnya pemahaman sejak usia pelajar. Hal itu menjadi perhatian Polresta karawang yang menerjunkan para Trainer Paham AI untuk memberikan pelatihan kepada siswa dan siswi SMAN Di Kabupaten Karawang.

Sebanyak 138 siswa SMAN mengikuti pelatihan kerja sama dengan Polri untuk fokus meningkatkan literasi digital yang di laksanakan di SMAN 1 Telagasari Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang Jawabarat.
Pelatihan ini juga mendorong pelajar agar mampu menggunakan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab.
(19-08-2026).
Kepala sekolah SMAN 1 Telagasari.”Dr. R. H. Raden Eman Sulaeman, M.Pd. mengatakan pemahaman mengenai AI penting diberikan kepada generasi muda agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif. “Dengan pelatihan ini, para pelajar dibekali wawasan dan pengetahuan dasar pemanfaatan Artificial Intelligence agar bijak dalam penggunaannya,”Ungkapnya.
Generasi Muda Jadi Penggerak Literasi
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan empat materi utama. Modul pertama membahas pengenalan dasar Artificial Intelligence, dilanjutkan dengan etika penggunaan AI. Materi berikutnya membahas cara menangkal hoaks, sementara modul terakhir memberikan pemahaman mengenai pembuatan prompt agar siswa dapat berinteraksi dengan teknologi AI secara lebih efektif.
Para trainer dari Polresta karawang menggunakan metode interaktif dalam setiap sesi. Antusias siswa terlihat saat mereka berdiskusi mengenai peluang sekaligus tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi AI.
“Artificial Intelligence memang sedang tren dan memiliki banyak manfaat sekaligus tantangan. Harapannya siswa bisa memanfaatkan teknologi ini secara bijak, tidak bergantung sepenuhnya, dan tetap mengasah kemampuan berpikir kritis,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, kepsek berharap pelajar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami etika, keamanan, serta tanggung jawab dalam memanfaatkan AI. Dengan begitu, teknologi dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran dan pengembangan kemampuan, bukan menggantikan proses berpikir kritis siswa.”Pungkasnya.
( Red )


