Boyolali{bidikkasus.com}-Munas SWI 2026 yang di selenggarakan di hotel front one Andia Jalan Merdeka Timur Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah, berlangsung Dinamis memutuskan musyawarah nasional ( Munas ) Pemilihan Ketum SWI yang baru periode 2026-2031 acara dilaksanakan bersma Wartawan Indonesia.Kamis malam (20/5/2026).
Acara Munas dihadiri dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia tersebut awalnya berlangsung tertib dan penuh khidmat. Namun suasana mulai memanas saat memasuki agenda pemilihan Ketua Umum organisasi.

Perdebatan muncul setelah dari dua nama yang sebelumnya disebut maju sebagai calon Ketua Umum, hanya satu kandidat yang hadir hingga tahapan akhir persidangan.
Selain itu, persoalan administrasi pencalonan turut menjadi perhatian dan sorotan peserta Munas.
Suasana sidang pun berubah dinamis.sejumlah peserta menyampaikan pandangan kritis terkait jalannya proses pemilihan.
“Ini tidak demokratis!”seru salah satu peserta sidang di tengah forum.
Disisi lain Peserta lainnya, meminta seluruh delegasi tetap mengedepankan keberlangsungan organisasi.
“Situasi organisasi membutuhkan keputusan cepat, jangan biarkan SWI kosong tanpa nahkoda,”Katanya.
Meski demikian, seluruh dinamika tetap berjalan dalam koridor organisasi serta semangat menjaga persatuan dan soliditas antar anggota SWI.
Ketua DPD SWI Karawang, Drs. Ahmad Yusup, yang hadir sebagai delegasi dari Jawa Barat, mengaku merasakan langsung atmosfer emosional dalam forum Munas.
Menurutnya, ketegangan yang terjadi justru menunjukkan besarnya kepedulian para peserta terhadap masa depan organisasi wartawan, saya memahami pentingnya aturan organisasi, saya juga melihat semangat luar biasa dari rekan-rekan delegasi yang datang dari Aceh, Sumatera, Lampung, Banyuwangi, Kalimantan, Tangerang, Jakarta, Palembang, hingga Halmahera dan berbagai daerah lainnya.”Ungkapnya.
Lanjutnya,kehadiran delegasi dari berbagai penjuru Indonesia menjadi bukti bahwa SWI masih memiliki semangat kebersamaan dan harapan besar untuk terus berkembang sebagai organisasi profesi wartawan yang solid dan independen.
“Meskipun forum berjalan dinamis dan penuh perbedaan pandangan, saya melihat semua pihak tetap memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga keberlangsungan dan marwah organisasi SWI. “Pungkasnya.
(Red)


