Melawi – Kebakaran lahan PT Rafi Kamajaya Abadi (PT RKA) di sebagian wilayah Desa Nanga Kayan, Kecamatan Nanga Pinoh 728kembali terjadi pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Hingga saat ini, penyebab kebakaran maupun luas area yang terdampak masih belum diketahui.
Kebakaran lahan PT RKA pertama kali diketahui warga setelah terlihat kepulan asap dari kejauhan. Warga sempat mengira asap tersebut berasal dari aktivitas pembakaran ladang milik masyarakat. Namun, setelah mencoba memastikan sumber asap, mereka mendapati akses menuju lokasi kebakaran tidak dapat dilalui.
“Sekitar pukul 12.00 WIB kami melihat ada kepulan asap dari kejauhan. Kami kira ada warga yang sedang membakar ladang. Kami berusaha melihat lebih dekat sumber api, tapi jalan menuju lokasi kebakaran terputus,” ujar Palen, warga RT 03 Bajong.
Palen mengungkapkan, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Pasalnya, sebagian besar wilayah di sekitar lokasi merupakan lahan gambut yang berpotensi mempercepat penyebaran api apabila tidak segera ditangani.
Ia berharap proses pemadaman dapat dilakukan secepat mungkin agar api tidak meluas dan merembet ke lahan milik warga di sekitar area perkebunan.
Secara terpisah, Manajer Kebun PT Rafi Kamajaya Abadi, Bambang, membenarkan adanya kebakaran di lingkungan perkebunan perusahaan. Namun, ia menegaskan bahwa penyebab munculnya api maupun luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan.
“Tim pemadam kami sudah menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun akses jalan untuk menuju ke lokasi banyak yang rusak sehingga perlu diperbaiki terlebih dahulu baru bisa masuk ke lokasi titik api,” jelas Bambang saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp.
Menurut Bambang, kerusakan akses jalan menjadi kendala utama bagi tim pemadam untuk menjangkau titik kebakaran. Perbaikan jalur menuju lokasi dilakukan agar proses pemadaman dapat berlangsung dengan lebih efektif.
Hingga berita ini ditulis, upaya pemadaman masih berlangsung. Belum ada informasi mengenai penyebab pasti kebakaran maupun total luas lahan yang terdampak.


