- Berdayakan Pengrajin Kulit Garut
Bandung, bidikkasus.com – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat, botol minum telah menjadi barang yang hampir selalu dibawa dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Namun, bagi banyak orang, membawa botol minum sering kali masih disertai dengan kebutuhan membawa barang-barang kecil lain, seperti kartu, uang tunai, kunci, atau aksesori pribadi yang mudah tercecer saat bepergian.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, sekelompok mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menghadirkan Navira, sebuah inovasi botol minum yang memadukan fungsi hidrasi dengan penyimpanan praktis dalam satu produk. Melalui mata kuliah Integrated Business Experience (IBE), para mahasiswa mengembangkan produk yang tidak hanya berfokus pada fungsi, tetapi juga pada pengalaman pengguna dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Keunikan utama Navira terletak pada sarung penyimpanan (storage sleeve) berbahan kulit asli yang melingkari botol minum. Berbeda dengan sarung pada umumnya yang hanya berfungsi sebagai pelindung atau elemen dekoratif, sarung penyimpanan Navira dirancang sebagai ruang penyimpanan tambahan yang memungkinkan pengguna membawa berbagai kebutuhan kecil dalam satu genggaman. Dengan demikian, pengguna dapat bergerak lebih praktis tanpa harus selalu mencari barang-barang penting di dalam tas.
Selain menawarkan fungsi yang inovatif, Navira juga mengedepankan nilai lokal melalui kolaborasi dengan pengrajin kulit asal Garut. Setiap sarung penyimpanan dibuat menggunakan keterampilan pengrajin lokal yang selama ini dikenal menghasilkan berbagai produk kulit berkualitas. Melalui kolaborasi ini, Navira.
berupaya menghadirkan produk yang tidak hanya fungsional dan estetis, tetapi juga memiliki cerita di balik proses pembuatannya.
Pemanfaatan kulit asli memberikan karakter tersendiri pada setiap produk. Tekstur yang khas, daya tahan yang baik, serta tampilan yang elegan menjadikan sarung penyimpanan Navira tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga bagian dari identitas produk. Perpaduan antara desain modern dan sentuhan kerajinan lokal menciptakan produk yang relevan bagi kebutuhan masyarakat perkotaan masa kini.
Mengusung konsep perlengkapan harian yang praktis (practical everyday carry), Navira dirancang untuk menemani berbagai aktivitas, mulai dari kuliah, bekerja, berolahraga, hingga perjalanan sehari-hari. Desainnya yang minimalis membuat produk ini mudah dipadukan dengan berbagai gaya hidup, sementara fitur penyimpanan tambahan memberikan kenyamanan lebih bagi pengguna yang mengutamakan kepraktisan.

Lebih dari sekadar botol minum, Navira mencoba menghadirkan perspektif baru mengenai bagaimana sebuah produk sederhana dapat memberikan nilai yang lebih besar. Dengan menggabungkan fungsi, desain, dan pemberdayaan pengrajin lokal dalam satu inovasi, Navira menunjukkan bahwa kebutuhan sehari-hari dapat diubah menjadi solusi yang lebih relevan dengan gaya hidup modern.
Kehadiran Navira menjadi bukti bahwa kreativitas generasi muda tidak hanya mampu melahirkan produk yang inovatif, tetapi juga membuka ruang bagi kolaborasi antara desain, kewirausahaan, dan kearifan lokal. Di tangan mahasiswa Indonesia, sebuah botol minum tidak lagi sekadar wadah hidrasi, melainkan bagian dari gaya hidup yang praktis, bermakna, dan memiliki dampak sosial.
Belina Margareth Yosephine
 Mahasiswa Program Sarjana Manajemen
Sekolah Bisnis dan Manajemen
Institut Teknologi Bandung


