Karawang.{Bidik kasus. Com}-Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-41330 yang terletak di Desa Jayamukti, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang Jawabarat. menuai protes keras dari masyarakat.
Pom bensin tersebut diduga melayani pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Solar menggunakan jerigen secara bebas,hingga memicu antrean panjang sepeda motor yang membawa jerigen berjejer di lokasi.

Hal tersebut memicu dugaan bahwa terjadinya penyalahgunaan BBM Bersubsidi, karena secara kebutuhan untuk penggunaan BBM para petani tidak setiap hari membutuhkan BBM.
Kondisi tersebut kontras dengan pelayanan bagi konsumen reguler. Sejumlah pengendara mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM, baik Solar maupun Pertalite, akibat sistem pelayanan digital yang tidak berfungsi serta stok yang sering habis.
Konsumen Pertalite dan Solar Kecewa: “Mau Beli Legal Malah Dipersulit”
Keluhan serius datang dari para pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat, yang hendak membeli BBM secara resmi menggunakan skema subsidi tepat MyPertamina. Mereka menyayangkan alat pemindai (scan) barcode di SPBU tersebut yang kerap eror.
“Kami yang mau beli BBM Pertalite pakai barcode justru dipersulit karena alat scan-nya eror, tidak berfungsi. Tapi anehnya, pengisian yang pakai jerigen justru lancar dan dibiarkan berjejer panjang,” ujar Mulyana salah satu pengendara dengan nada kecewa.
Selain masalah teknis pada alat scan, warga juga mengeluhkan pasokan BBM jenis Pertalite yang dinilai sering kosong. Akibatnya, banyak pengendara setempat terpaksa mencari pom bensin lain yang jaraknya lebih jauh atau beralih ke bahan bakar non-subsidi yang harganya lebih mahal.
Potensi Pelanggaran Aturan Pertamina
Praktik mendahulukan pembelian jerigen secara bebas serta mengabaikan fungsi QR Code berpotensi melanggar SOP dan regulasi ketat yang dikeluarkan oleh PT Pertamina Patra Niaga dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Berdasarkan aturan yang berlaku, pembelian BBM bersubsidi wajib melalui verifikasi digital guna memastikan penyaluran tepat sasaran dan mencegah aksi penimbunan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen SPBU 34-41330 Desa Jayamukti belum memberikan konfirmasi atau keterangan resmi terkait kerusakan alat scan, seringnya kekosongan stok Pertalite, maupun dugaan pembiaran antrean jerigen tersebut.
Warga berharap pihak Pertamina Regional Jawa Bagian Barat dan aparat penegak hukum segera melakukan investigasi dan sidak ke lokasi guna menertibkan sistem pelayanan di SPBU tersebut.
Redaksi menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan membuka ruang bagi pihak pengelola SPBU maupun Pertamina untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab pada pemberitaan berikutnya.
(Dra)


