Depok I bidikkasus.com –Â Modus pencurian BBM bersubsid jenis solar dengan cara menggunakan scan barcode milik penerima subsidi mulai meresahkan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan A. Rachman selaku pimpinan redaksi di media online metroindonesia.id dan bidikkasus.com diruang kerjanya.
A. Rachman selain berprofesi sebagai jurnalis juga pemilik kendaraan Mitsubishi L 300 B 9949 EUB berbahan bakar solar sebagai penerima BBM subsidi menjadi korban pencurian.

Aksi pencurian diketahui ketika A. Rachman sebagai korban hendak mengisi BBM jenis solar di salah satu SPBU daerah Cawang Jakarta Timur pada tanggal 5 Mei 2026.
- Berikut kronologinya :
Pengisian mendapat penolakan dari petugas SPBU dengan alasan kuota untuk 60 liter telah digunakan sebanyak 58.82 liter di SPBU 3416314 pada pukul 02.20 WIB,
Dari penelusuran Google diketahui lokasi SPBU berada di daerah kecamatan Rumpin Kab, Bogor.

Di tanggal 6 Mei 2026, A. Rachman kembali mengisi BBM Solar di sekitar Jati Sampurna Bekasi, namun dari keterangan petugas SPBU, kuota solar sudah terpakai di SPBU 3413591 sebanyak 36.76 liter, yg kemudian diketahui lokasi SPBU berada di bilangan Condet Jakarta Timur.
Akibat pencurian kuota BBM oleh oknum petugas SPBU, korban terpaksa harus membatalkan semua jadwal pengiriman barang ke luar daerah, dengan kerugian mencapai puluhan juta.

Aksi pencurian BBM jenis solar diduga dipicu dengan kenaikan harga BBM jenis Pertamina Dex yg saat ini sudah mencapai harga Rp 27.900 dan Dexlite dengan harga Rp 26.000 yang berpotensi bio solar dengan harga Rp 6.800 dijual dengan harga lebih tinggi


