MELAWI – Air baku yang bersumber dari Brond Poring dilaporkan berhenti mengalir pada Sabtu pukul 16.00 WIB. Kondisi tersebut membuat PERUMDAM Tirta Melawi melakukan penyesuaian sistem produksi dan distribusi air bersih agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan.
Direktur PERUMDAM Tirta Melawi, Bambang Setiawan, SE., mengatakan bahwa saat ini perusahaan mengandalkan produksi air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang masih beroperasi. Produksi berasal dari IPA berkapasitas 40 liter per detik, IPA 20 liter per detik di Tanjung Lay, serta IPA 30 liter per detik di Serundung.
Menurut Bambang Setiawan, kapasitas produksi dari tiga instalasi tersebut tetap dimaksimalkan untuk melayani sekitar 10.000 pelanggan yang tersebar di wilayah layanan PERUMDAM Tirta Melawi.

Menghadapi kondisi air baku yang tidak mengalir, PERUMDAM Tirta Melawi telah menyiapkan sejumlah langkah agar pasokan air kepada masyarakat tetap terjaga. Langkah tersebut meliputi penerapan distribusi air secara bergilir, penambahan jam operasional menjadi 24 jam, serta pengoperasian pompa cadangan yang tersedia di instalasi Tanjung Lay dan Serundung.
“Langkah yang kami ambil dengan kondisi sekarang kami akan melakukan distribusi secara bergilir, menambah jam operasional menjadi 24 jam, dan penambahan pompa cadangan yang ada di Tanjung Lay dan Serundung. Kondisi ketinggian air di bendungan poring per 29 juli kemarin kuang lebih 0,5 meter,” ujar Bambang Setiawan.
Ia menjelaskan bahwa secara umum kondisi distribusi air baku kepada pelanggan masih berada dalam kondisi normal dan terkendali. Meski demikian, terdapat beberapa wilayah yang mengalami keterlambatan aliran air.
Daerah yang paling terdampak adalah kawasan Komplek Perumahan GSI, terutama pada lokasi yang berada di dataran lebih tinggi. Di wilayah tersebut, air membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai ke pelanggan. Namun, Bambang memastikan bahwa air tetap mengalir meskipun tidak secepat biasanya.
PERUMDAM Tirta Melawi terus memantau perkembangan kondisi air baku dan mengoptimalkan seluruh fasilitas yang tersedia agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan selama situasi ini berlangsung.

